Firman TUHAN kepada Musa

Imamat 6:1

Hukum tentang Kurban Penebus Salah

Kemudian, TUHAN berfirman kepada Musa, firman-Nya,

Imamat 6:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Imamat 6:1?

Ayat ini mencatat bahwa Tuhan berbicara langsung kepada Musa, menekankan bahwa hukum-hukum yang diberikan berasal dari otoritas ilahi, bukan ciptaan manusia.

Latar belakang

Tuhan memberitahukan hukum tentang kesalahan

Setelah mendirikan Kemah Suci, Tuhan terus memberikan petunjuk kepada Musa tentang berbagai persembahan. Pasal ini mengatur tentang kurban penebus salah untuk dosa-dosa terhadap sesama.

Di mana

Gunung Sinai

Di kaki gunung, di perkemahan Israel

Kapan

~1445 SM

Taurat Musa

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kemah Suci didirikan
Pemberkatan Harun
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Nabi dan pemimpin Israel, ~120 tahun

B

Kepada

Bangsa Israel

Umat pilihan Tuhan yang sedang dalam perjalanan ke Kanaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

דבר

dabar · berfirman

berbicara, menyampaikan perkataan

יהוה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah, 'Aku adalah'

משה

Mosheh · Musa

Nabi yang memimpin Israel keluar dari Mesir

Ayat ini menegaskan bahwa pesan yang disampaikan Musa berasal langsung dari Allah, bukan buah pikirannya sendiri. Setiap kata memiliki otoritas ilahi.

Tahukah kamu

Bukan hanya soal ritual

Ayat 1-7 mengaitkan dosa terhadap sesama dengan dosa terhadap Tuhan, menunjukkan bahwa keadilan sosial adalah bagian dari ibadah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 6:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Imamat 6:1

✕  Sering dikira

Menganggap ayat ini hanya pengantar, tidak penting.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini mengesahkan bahwa seluruh pasal adalah firman Tuhan, bukan ide manusia.

✕  Sering dikira

Mengira Tuhan hanya berbicara kepada Musa secara umum.

✓  Yang sebenarnya

Teks menekankan bahwa Tuhan secara khusus memberikan hukum kepada Musa untuk disampaikan.

Renungan

Renungan Singkat Imamat 6:1

Ingatlah bahwa firman Tuhan memiliki otoritas atas hidup kita. Saat membaca Alkitab, biarkan kita tunduk pada apa yang Dia katakan, bukan memilih-milih sesuai keinginan kita.

Tuhan, buatlah hati saya selalu siap mendengar dan menaati firman-Mu, apapun yang Engkau katakan. Amin.