Peraturan Lama Berakhir Karena Kelemahan
Ibrani 7:18
Ketidaksempurnaan Sistem Lama
“Di satu sisi, peraturan yang lama sudah berakhir karena memiliki kelemahan dan tidak berguna,”Ibrani 7:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna,”Ibrani 7:18 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi, sekarang peraturan yang lama sudah dikesampingkan, sebab tidak kuat dan tidak berguna.”Ibrani 7:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi, sekarang kita melihat bahwa Hukum yang lama sudah dibatalkan, sebab Hukum itu terlalu lemah dan tidak berguna.”Ibrani 7:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For there is verily a disannulling of the commandment going before for the weakness and unprofitableness thereof.”Ibrani 7:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ibrani 7:18?
Peraturan lama (hukum Taurat) dianggap lemah dan tidak berguna karena tidak bisa menyempurnakan manusia. Sebagai gantinya, Allah memperkenalkan pengharapan yang lebih baik, yaitu melalui Yesus, yang memungkinkan kita mendekat kepada Allah dengan sempurna.
Latar belakang
Peraturan Lama Tidak Mampu Menyempurnakan
Penulis dengan tegas menyatakan bahwa peraturan lama (sistem imamat Lewi dan Hukum Taurat) sudah berakhir. Mengapa? Karena memiliki kelemahan dan tidak berguna. Sistem itu tidak bisa menyempurnakan hati nurani orang, tidak bisa memberikan akses penuh kepada Tuhan, dan harus didasarkan pada pengulangan kurban yang tidak pernah tuntas.
Di mana
Perspektif historis
Penilaian tentang masa berlaku hukum
Kapan
Transisi dari Hukum Taurat ke Kristus
Akhir era Hukum Taurat
Yang berbicara
Penulis Ibrani
Menilai Hukum Taurat dengan jujur
Kepada
Jemaat Kristen Yahudi
Mereka yang harus melepaskan sistem lama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀθέτησις
athetēsis · abrogated
Pembatalan, penghapusan—mengakhiri berlakunya sesuatu
ἀσθένεια
astheneia · weakness
Kelemahan, kekurangan—tidak cukup untuk mencapai tujuan
ἀνωφελής
anōpheles · useless
Tidak berguna, tidak bermanfaat—tidak mencapai tujuan yang dimaksud
Kelemahan dan ketidakgunaaan Hukum Taurat dalam menyempurnakan hati nurani menunjukkan bahwa sistem itu perlu digantikan—bukan karena jahat, tetapi karena terbatas pada tujuannya.
Tahukah kamu
Kelemahan Bukan Cacat Moral, Tetapi Limitasi Fundamental
Ketika Penulis Ibrani mengatakan Hukum Taurat memiliki 'kelemahan,' dia tidak mengatakan Hukum itu jahat—dia mengatakan Hukum itu memiliki batasan. Batasan itulah yang membuatnya diperlukan digantikan oleh imamat yang lebih sempurna.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ibrani 7:18
Ibrani 10:1-4
Penjelasan detail tentang kegagalan Hukum Taurat untuk menyempurnakan
“Hukum Taurat hanya memiliki bayangan tentang hal-hal baik yang akan datang...dengan kurban-kurban yang sama, yang mereka persembahkan terus-menerus setiap tahun, hukum itu tidak akan pernah dapat menyempurnakan mereka yang datang mendekat”
Galatia 3:21-22
Paulus juga menunjukkan ketidakmampuan Hukum Taurat untuk memberikan kebenaran
“Bukankah Hukum bertentangan dengan janji-janji Allah? Tentu saja tidak! Sebab, jika hukum yang diberikan itu bisa memberikan kehidupan, maka memang kebenaran akan datang dari hukum itu”
Roma 8:3-4
Kristus melakukan apa yang Hukum Taurat tidak bisa lakukan
“Apa yang tidak dapat dilakukan oleh Hukum Taurat karena lemah oleh daging, Allah lakukan dengan mengirim Anak-Nya dalam daging yang serupa dengan daging dosa itu demi mengatasi dosa”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ibrani 7:18
✕ Sering dikira
Penulis Ibrani mengatakan Hukum Taurat buruk dan tidak pernah berkehendak Tuhan
✓ Yang sebenarnya
Penulis mengatakan Hukum Taurat memiliki batasan dan perlu digantikan, tetapi itu pernah berkehendak Tuhan untuk zaman tertentu
✕ Sering dikira
Kelemahan Hukum Taurat berarti orang yang mengikutinya melakukan dosa
✓ Yang sebenarnya
Kelemahan mengacu pada ketidakmampuan sistem itu untuk mengubah hati nurani manusia—orang tulus dapat mengikutinya, tetapi sistem itu secara fundamental tidak sempurna
Renungan
Renungan Singkat Ibrani 7:18
Apa pun 'peraturan' atau usaha kita untuk menjadi benar di hadapan Allah, itu tidak akan pernah cukup. Berhentilah mengandalkan usaha sendiri, dan andalkan Yesus yang sudah membuka jalan. Dekatlah kepada Allah melalui Dia, bukan lewat ritual atau aturan.
Bapa, ampuni aku yang sering mengandalkan usaha sendiri. Ajar aku untuk datang kepada-Mu lewat Yesus, dan mengalami pengharapan yang sempurna. Amin.