Ayub Menjawab dari Abu
Ayub 23:1
Ayub Merindu Hadirat Allah
PerikopPembelaan Ayub di Hadapan Allah · Ayub 23:1-17 →“Kemudian, Ayub menjawab, katanya,”Ayub 23:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Ayub menjawab:”Ayub 23:1 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Ayub menjawab, "Aku meronta dan mengeluh terhadap Allah; tak dapat aku menahan keluh kesah.”Ayub 23:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then Job answered and said,”Ayub 23:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 23:1?
Ayub menjawab setelah berbicara dengan Elifas. Jawabannya menunjukkan bahwa ia masih dalam penderitaan yang berat dan merasa kesepian, namun ia tetap berani berbicara kepada Allah.
Latar belakang
Ayub Memulai Respons Terakhir
Setelah mendengar nasihat Elifas yang panjang, Ayub menjawab dengan keluhan yang pahit. Ia merasa tertindas dan tidak tahu ke mana harus mencari Allah.
Di mana
Tanah Uz
Di tempat pembuangan abu, di luar kampung
Kapan
~2000 SM
Zaman para leluhur
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Elifas, Bildad, Zofar
ketiga sahabat yang menghakimi Ayub
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ענה
anah · menjawab
menanggapi, merespon
היום
hayom · hari ini
pada waktu ini, secara khusus
מרי
meri · pahit
kepahitan, pemberontakan
Kata 'pahit' bisa berarti pemberontakan; Ayub jujur mengakui kepahitannya di hadapan Allah, bukan menyembunyikannya.
Tahukah kamu
Tanah Uz Lokasi Pastinya
Lokasi persis Tanah Uz masih diperdebatkan para ahli, tapi umumnya diyakini di daerah Edom atau Arab utara.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 23:1
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 23:1
✕ Sering dikira
Ayub marah dan memberontak kepada Allah.
✓ Yang sebenarnya
Ayub mengungkapkan kepahitan dengan jujur, tetapi tetap percaya pada keadilan Allah.
✕ Sering dikira
Ayub berbicara kepada sahabat-sahabatnya.
✓ Yang sebenarnya
Sebenarnya Ayub berbicara kepada Allah dan tentang Allah, meski sahabat-sahabatnya mendengar.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 23:1
Ketika kita menderita, penting untuk tetap jujur kepada Allah tentang perasaan kita, seperti Ayub. Kita bisa mengungkapkan keluhan kita kepada-Nya tanpa takut dihakimi.
Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan segala keluh kesahku. Dengarlah jeritan hatiku, dan berikanlah aku kekuatan untuk tetap percaya kepada-Mu. Amin.