Jalan yang Tertutup
Ayub 19:8
Ayub Terkurung dalam Dukacita
“Dia menutup jalanku sehingga aku tidak bisa lewat, dan Dia menaruh kegelapan di jalan-jalanku.”Ayub 19:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap.”Ayub 19:8 · TB
Terjemahan Baru
“Allah menutup jalanku, aku tak dapat lewat, lorong-lorongku dibuat-Nya gelap pekat.”Ayub 19:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“He hath fenced up my way that I cannot pass, and he hath set darkness in my paths.”Ayub 19:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 19:8?
Ayub merasa Allah menghalangi jalannya dan menyelimuti jalan hidupnya dengan kegelapan. Ini melukiskan perasaan terjebak dan kehilangan arah ketika Tuhan tampak menutup semua pintu dan peluang.
Latar belakang
Allah Menghalangi Jalan
Ayub merasa Allah menutup setiap jalan sehingga ia tidak bisa bergerak atau menemukan jalan keluar. Kegelapan meliputi hidupnya, baik secara fisik maupun rohani.
Di mana
Tanah Uz
Di timbunan abu, di luar kampung
Kapan
~2000 SM
Zaman para leluhur
Yang berbicara
Ayub
orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Kepada
Teman-teman Ayub
Elifas, Bildad, dan Zofar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גָּדַר
gadar · menutup
membangun tembok, menghalangi
אֹרַח
orach · jalan
jalur, jalan setapak, cara hidup
חֹשֶׁךְ
khoshekh · kegelapan
kegelapan, ketiadaan terang
Ayub memakai metafora jalan yang ditutup tembok dan jalan yang gelap; ini menunjukkan ia merasa Allah secara aktif memblokir masa depannya, bukan hanya membiarkannya.
Tahukah kamu
Jalan dalam Bahasa Ibrani
Kata 'jalan' di sini adalah 'orach', yang bisa berarti jalan setapak atau jalur kehidupan; ini sering dipakai dalam kitab Amsal untuk menunjukkan cara hidup.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 19:8
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 19:8
✕ Sering dikira
Allah benar-benar menutup jalan keselamatan Ayub.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah bahasa puitis yang mengungkapkan perasaan Ayub, bukan pernyataan bahwa Allah meninggalkannya; Ayub tetap berharap pada Penebusnya.
✕ Sering dikira
Kegelapan berarti kutukan dan dosa yang tersembunyi.
✓ Yang sebenarnya
Ayub menggunakan kegelapan sebagai metafora penderitaan dan kebingungan, bukan sebagai bukti dosa.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 19:8
Ketika hidup terasa buntu dan gelap, jangan buru-buru menyimpulkan Tuhan meninggalkanmu. Ayub belajar bahwa sekalipun jalannya tertutup, tujuannya masih ada. Tetap berjalan dengan setia, walau langkah pelan, sebab Tuhan bisa membuka jalan di mana tidak ada jalan.
Ya Allah, terangilah jalanku saat gelap, dan beri keberanian untuk terus berjalan meski tak tahu arah. Amin.