Ahas Menjauh dari Tuhan Saat Terdesak
2 Tawarikh 28:22-27
Dosa-Dosa Ahas
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kesulitan Mendorong Ketidaksetiaan
Raja Ahas mengalami masa-masa sulit. Semakin terdesak, semakin ia menjauh dari TUHAN, bukannya bertobat. Ini menunjukkan kekerasan hatinya.
Di mana
Yerusalem
Istana dan seluruh Yehuda, saat raja dalam keadaan terdesak
Kapan
~735 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Penulis 2 Tawarikh
Sejarawan dan imam, menulis untuk memperingatkan umat
Kepada
Pembaca Kitab Tawarikh
Umat Israel pasca-pembuangan, membutuhkan pelajaran sejarah
Arti tiap ayat
Penjelasan 2 Tawarikh 28:22-27 Ayat per Ayat
2 Tawarikh 28:22
Dalam keadaan terdesak, Ahas malah semakin tidak setia kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa tekanan hidup tidak selalu membuat orang lebih dekat kepada Tuhan; terkadang justru menjauhkan jika hati tidak mau bertobat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 28:23
Ahas mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa Aram, karena mengira dewa-dewa itu membantu mereka. Namun, firman Tuhan dengan jelas berkata bahwa justru ilah-itulah yang menjatuhkan dia dan seluruh Israel. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 28:24
Ahas mengumpulkan perkakas bait Allah, menghancurkannya, menutup pintu bait TUHAN, dan membuat mazbah untuk berhala di seluruh Yerusalem. Ini menunjukkan penolakan total terhadap ibadah kepada Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 28:25
Ahas membuat banyak tempat pemujaan di setiap kota Yehuda untuk membakar dupa bagi ilah-ilah lain, yang semakin membangkitkan murka TUHAN. Ini menunjukkan bahwa ia dengan sengaja menjauhkan diri dari Tuhan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 28:26
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh riwayat Ahas, dari awal sampai akhir, tercatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda dan Israel. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak menyembunyikan dosa-dosa para pemimpin dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Tawarikh 28:27
Walaupun Ahas mati dan dikuburkan di Yerusalem, ia tidak dimakamkan di pekuburan raja-raja Israel, menunjukkan kehinaannya di mata rakyat. Putranya, Hizkia, yang kemudian menjadi raja, menjadi awal harapan bagi Yehuda.
Arti lengkap, studi kata & renungan →