Perintah Pulang
2 Tawarikh 11:3
Rehabeam Menuruti Firman Tuhan
““Katakan kepada Rehabeam, anak Salomo, raja Yehuda dan kepada semua orang Israel di Yehuda dan Benyamin,”2 Tawarikh 11:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Katakanlah kepada Rehabeam, anak Salomo, raja Yehuda, dan kepada segenap orang Israel di Yehuda dan di Benyamin, demikian:”2 Tawarikh 11:3 · TB
Terjemahan Baru
“menyampaikan pesan ini kepada Rehabeam dan kepada semua orang dalam suku Yehuda dan Benyamin,”2 Tawarikh 11:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Speak unto Rehoboam the son of Solomon, king of Judah, and to all Israel in Judah and Benjamin, saying,”2 Tawarikh 11:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 11:3?
Pesan Tuhan disampaikan secara spesifik kepada Rehabeam dan seluruh orang Israel di Yehuda dan Benyamin, menegaskan otoritas ilahi atas seluruh bangsa.
Latar belakang
Larangan Perang
Pesan Tuhan melalui Semaya jelas: jangan berperang melawan saudara. Hal ini terjadi karena kehendak Tuhan, dan mereka harus pulang.
Di mana
Yerusalem
Di kota Yerusalem
Kapan
~931 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Semaya
Abdi Allah yang dipakai Tuhan
Kepada
Rehabeam dan Israel
Raja Yehuda dan seluruh orang Israel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָלָה
alah · jangan maju
naik, maju
לָחַם
lacham · berperang
bertempur
בּוֹא
bo · pulang
masuk, kembali
Kata 'alah' dan 'lacham' menunjukkan tindakan ofensif, tetapi 'bo' mengarah pada kembali ke rumah, menekankan perubahan arah.
Tahukah kamu
Saudara
Kata 'saudara' menekankan hubungan keluarga yang tetap antara Israel dan Yehuda.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 11:3
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 11:3
✕ Sering dikira
Mereka boleh berperang jika ada alasan kuat
✓ Yang sebenarnya
Tuhan melarang karena itu bagian dari rencana-Nya
✕ Sering dikira
Perintah ini hanya untuk saat itu
✓ Yang sebenarnya
Tetap relevan sebagai prinsip ketaatan pada firman
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 11:3
Ketika Tuhan berbicara, Ia sering memberikan pesan yang jelas dan pribadi. Kita harus memastikan bahwa kita tidak hanya mendengar, tetapi juga mau menerima koreksi-Nya, sekalipun itu sulit.
Ya Tuhan, buatlah telingaku terbuka untuk mendengar perkataan-Mu dengan jelas dan hatiku siap untuk menerima kehendak-Mu. Amin.