Pahlawan dari Banyak Tempat

2 Samuel 23:32

Perkataan Terakhir Daud & Pahlawan-Pahlawannya

Elyahba, orang Saalbon; anak Yasyen, Yonatan;

2 Samuel 23:32 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 23:32?

Ayat ini menyebutkan Elyahba dari Saalbon dan anak-anak Yasyen, termasuk Yonatan, sebagai bagian dari tiga puluh pahlawan Daud. Ini menegaskan bahwa daftar pahlawan ini mencakup orang-orang dari beragam latar belakang suku dan keluarga, semuanya berperan dalam mendukung Daud.

Latar belakang

Dua Sama dan Yonatan

Ayat ini mencatat Elyahba dari Saalbon, Yonatan anak Yasyen, dan Sama orang Harari serta Ahiam anak Sarar. Daftar ini menunjukkan keragaman asal para pahlawan Daud.

Di mana

Yerusalem

Dalam istana Daud · siang hari

Kapan

~970 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pemberontakan Absalom
Pendaftaran Israel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab 2 Samuel

Nabi/penulis, ~30 tahun

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan, ~1000 SM

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שַׁעַלְבֹן

Sha'albon · Saalbon

Tempat yang tenang

יָשֵׁן

Yashen · Yasyen

Tidur

יְהוֹנָתָן

Yehonatan · Yonatan

TUHAN telah memberi

Nama 'Yonatan' menonjol, mengingatkan pada sahabat Daud; nama-nama lain tidak terkenal, tetapi Allah mengenal setiap pahlawan dengan nama.

Tahukah kamu

Saalbon dan Dewa Ular

Saalbon mungkin terkait dengan kata 'shual' (rubah) atau 'shalav' (tenang). Beberapa ahli mengaitkannya dengan dewa ular dalam mitos Kanaan, tapi ini spekulatif.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 23:32

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 23:32

✕  Sering dikira

Yonatan ini sama dengan putra Saul.

✓  Yang sebenarnya

Ini Yonatan yang berbeda, dari orang Harari.

✕  Sering dikira

Semua nama ini tidak penting.

✓  Yang sebenarnya

Daftar ini penting untuk menghormati kontribusi mereka dan menunjukkan kesetiaan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 23:32

Tuhan memanggil orang-orang dari berbagai latar belakang untuk bekerja sama dalam kerajaan-Nya. Perbedaan bukan penghalang, tetapi kekayaan dalam pelayanan.

Tuhan, terima kasih karena Engkau memanggilku apa adanya, dan bantu aku menerima serta bekerja sama dengan saudara seiman yang berbeda dariku. Amin.