Permintaan kepala Seba
2 Samuel 20:21
Pemberontakan Seba dan Kebijaksanaan Perempuan Abel
“Bukan begitu peristiwanya. Sesungguhnya, seseorang dari Pegunungan Efraim, yang bernama Seba, anak Bikri, telah mengangkat tangannya terhadap Raja Daud. Serahkanlah dia saja, maka aku akan pergi dari kota ini.” Lalu, perempuan itu menjawab kepada Yoab, “Baiklah, kepalanya akan dilemparkan kepadamu dari belakang tembok ini.””2 Samuel 20:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bukanlah begitu halnya. Tetapi seorang dari pegunungan Efraim, yang bernama Seba bin Bikri, telah menggerakkan tangannya melawan raja Daud; serahkanlah dia seorang diri, maka aku akan undur dari kota ini." Lalu berkatalah perempuan itu kepada Yoab: "Baik, kepalanya akan dilemparkan kepadamu dari belakang tembok ini."”2 Samuel 20:21 · TB
Terjemahan Baru
“Itu bukan rencana kami. Tetapi seorang yang bernama Seba anak Bikri, yang berasal dari daerah pegunungan Efraim, telah memberontak terhadap Raja Daud. Serahkanlah dia, lalu aku akan pergi dari kota ini." Kata wanita itu, "Kepala orang itu akan kami lemparkan kepada Tuan dari tembok ini."”2 Samuel 20:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Bukan itu tujuan saya. Saya ke sini untuk mengejar Seba anak Bikri, orang dari perbukitan Efraim. Dia sudah memimpin pemberontakan melawan Raja Daud. Serahkanlah dia, maka saya akan pergi dari kota ini.” Lalu perempuan bijak itu berkata kepada Yoab, “Baiklah. Kepalanya akan dilemparkan kepada Tuan dari atas benteng ini.””2 Samuel 20:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The matter is not so: but a man of mount Ephraim, Sheba the son of Bichri by name, hath lifted up his hand against the king, even against David: deliver him only, and I will depart from the city. And the woman said unto Joab, Behold, his head shall be thrown to thee over the wall.”2 Samuel 20:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 20:21?
Yoab mengatakan bahwa Seba, anak Bikri, dari pegunungan Efraim, telah mengangkat tangan melawan raja Daud. Ia meminta agar Seba diserahkan, dan ia akan mundur dari kota itu.
Latar belakang
Tuntutan untuk menyerahkan Seba
Yoab menjelaskan bahwa Seba, anak Bikri dari Pegunungan Efraim, adalah pemberontak terhadap Raja Daud. Dia meminta agar Seba diserahkan, dan berjanji akan meninggalkan kota setelah itu. Perempuan itu setuju dan berjanji akan melemparkan kepala Seba dari tembok.
Di mana
Abel Bet-Maakha
Di dinding kota yang sedang dikepung
Kapan
~980 SM
Kerajaan Daud
Yang berbicara
Yoab
Panglima perang Daud, terkenal kejam dan licik, tetapi di sini membela diri
Kepada
Perempuan bijak dari Abel
Warga kota Abel, bijaksana, berani bicara dengan pemimpin perang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רֹאשׁ
rosh · kepala
Kepala, pemimpin, bagian terpenting; di sini harfiah kepala manusia
שָׁלַךְ
shalach · melemparkan
Melempar, membuang, mengirim
חוֹמָה
chomah · tembok
Dinding pertahanan kota
Kepala Seba menjadi simbol pemberontakan yang harus dipenggal. Tembok kota menjadi tempat eksekusi, menunjukkan bahwa keadilan ditegakkan di hadapan publik.
Tahukah kamu
Pegunungan Efraim
Seba disebut berasal dari Pegunungan Efraim, meskipun dia orang Benyamin. Ini menunjukkan keterkaitan wilayah dan identitas suku yang kompleks.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 20:21
2 Samuel 4:8
Kepala pemberontak
“Mereka membawa kepala Isyboset kepada Daud di Hebron.”
1 Raja-raja 2:25
Eksekusi musuh
“Lalu Salomo menyuruh Benaya bin Yoyada; orang itu memukul Adonia sehingga mati.”
Ulangan 21:21
Hukuman mati publik
“Maka semua orang sekota itu harus melempari dia dengan batu, sehingga ia mati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 20:21
✕ Sering dikira
Perempuan itu setuju membunuh tanpa berpikir.
✓ Yang sebenarnya
Dia bertindak bijaksana untuk menyelamatkan kota; dia memilih opsi yang paling sedikit merusak.
✕ Sering dikira
Yoab meminta kepala Seba sebagai balas dendam pribadi.
✓ Yang sebenarnya
Yoab bertindak atas nama raja untuk memadamkan pemberontakan, bukan dendam pribadi.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 20:21
Sering kali, satu orang pemberontak dapat mengganggu kedamaian banyak orang. Kita harus berani mengambil tindakan untuk menyelesaikan akar masalah, tetapi tetap dengan cara yang adil dan tidak merugikan banyak pihak.
Bapa, ajari aku untuk menyelesaikan konflik dengan fokus pada akar masalah dan dengan cara yang membawa pemulihan, Amin.