Seseorang dibawa ke langit ketiga
2 Korintus 12:2
Kisah perjalanan ke surga 14 tahun lalu
“Aku mengetahui seseorang dalam Kristus, yang empat belas tahun lalu telah dibawa ke surga tingkat tiga --entah di dalam tubuhnya, aku tidak tahu; atau di luar tubuh, aku juga tidak tahu, Allah yang tahu.”2 Korintus 12:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.”2 Korintus 12:2 · TB
Terjemahan Baru
“Saya mengenal seorang Kristen yang empat belas tahun yang lalu diangkat ke tempat yang tertinggi di surga. (Saya tidak tahu apakah tubuhnya benar-benar terangkat atau itu hanya suatu penglihatan--Allah sajalah yang tahu.)”2 Korintus 12:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Empat belas tahun lalu, seorang pengikut Kristus yang saya kenal diangkat ke surga tingkat ketiga. Saya tidak tahu apakah benar-benar tubuhnya yang dibawa atau rohnya saja. Hanya Allah yang tahu. Tetapi saya tahu”2 Korintus 12:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“I knew a man in Christ above fourteen years ago, (whether in the body, I cannot tell; or whether out of the body, I cannot tell: God knoweth;) such an one caught up to the third heaven.”2 Korintus 12:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Korintus 12:2?
Paulus menceritakan pengalaman seseorang (kemungkinan dirinya sendiri) yang dibawa ke 'tingkat ketiga langit', ungkapan untuk tempat kediaman Allah. Ia menekankan ketidakpastian apakah itu dalam tubuh atau di luar tubuh, menunjukkan bahwa pengalaman tersebut bersifat supranatural dan hanya Allah yang tahu.
Latar belakang
Orang ketiga sebagai pelindung ego
Paulus tidak bilang 'aku naik ke surga'. Dia bilang 'seseorang yang aku kenal'. Cara ini bukan pura-pura, tapi cara sadar untuk memisahkan diri dari kebanggaan atas pengalaman itu. Dia tahu kalau ngomong 'aku naik ke surga' langsung, itu bisa jadi bahan pamer. Jadi dia cerita sambil menjaga jarak dari kata 'aku'. Pengalaman itu nyata, tapi identitasnya dia lindungi.
Di mana
Makedonia (surat dikirim ke Korintus)
Peristiwa yang diceritakan terjadi sekitar tahun 42 M, entah di mana Paulus waktu itu
Kapan
~56 M (peristiwa ~42 M)
Paulus cerita flashback 14 tahun
Yang berbicara
Paulus
Berbicara soal dirinya sendiri dalam orang ketiga untuk hindari kesan pamer
Kepada
Jemaat Korintus
Perlu tahu bahwa Paulus pun punya pengalaman yang tak kalah dari guru-guru palsu itu
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐν Χριστῷ
en Christō · in Christ
dalam persatuan dengan Kristus, identitas rohaninya
τρίτου οὐρανοῦ
tritou ouranou · third heaven
lapisan surga paling tinggi, tempat kehadiran Allah
ἁρπαγέντα
harpagenta · caught up
direnggut, diangkat tiba-tiba oleh kekuatan ilahi
Seseorang en Christō (dalam Kristus) itu harpagenta (direnggut) ke tritou ouranou — bukan hasil usaha sendiri, tapi karya Allah sepenuhnya.
Tahukah kamu
'Surga tingkat tiga' bukan mitos
Di literatur Yahudi abad pertama, ada konsep beberapa lapisan surga — mulai dari dua sampai tujuh. 'Surga tingkat tiga' adalah istilah yang dikenal: itu tempat tertinggi kehadiran Allah. Paulus pakai bahasa yang familiar buat pendengarnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Korintus 12:2
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Korintus 12:2
✕ Sering dikira
"'Surga tingkat tiga' berarti ada tiga surga yang terpisah."
✓ Yang sebenarnya
Ini ungkapan kosmologi Yahudi yang menggambarkan lapisan paling tinggi — dekat dengan kehadiran Allah langsung.
✕ Sering dikira
"Paulus sedang cerita tentang orang lain."
✓ Yang sebenarnya
Hampir semua penafsir setuju 'seseorang itu' adalah Paulus sendiri — dia pakai orang ketiga agar tidak terkesan pamer.
Renungan
Renungan Singkat 2 Korintus 12:2
Pengalaman rohani yang luar biasa bisa terjadi, namun yang terpenting adalah bagaimana hal itu mengubah hidup kita menjadi lebih serupa dengan Kristus. Jangan terpaku pada sensasi, tetapi biarkan pengalaman itu menumbuhkan kerendahan hati dan kasih.
Tuhan, terima kasih untuk pengalaman rohani yang Kau berikan. Ajar aku untuk selalu mengutamakan hubungan yang intim dengan-Mu daripada pengalaman itu sendiri. Amin.