Kelahiran dari Allah
1 Yohanes 5:1
Anak-Anak Allah Mengalahkan Dunia
“Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi Bapa, juga mengasihi anak yang lahir dari Bapa.”1 Yohanes 5:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.”1 Yohanes 5:1 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang percaya bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan Allah, orang itu adalah anak Allah. Orang yang mengasihi seorang bapak, mengasihi anaknya juga.”1 Yohanes 5:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Sang Penyelamat berarti sudah menerima kelahiran baru dari Allah Bapa. Setiap orang yang mengasihi Bapa tentu juga mengasihi anggota keluarga-Nya, yakni orang-orang yang sudah menerima kelahiran baru dari Bapa.”1 Yohanes 5:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whosoever believeth that Jesus is the Christ is born of God: and every one that loveth him that begat loveth him also that is begotten of him.”1 Yohanes 5:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Yohanes 5:1?
Ayat ini menegaskan bahwa iman kepada Yesus sebagai Kristus adalah tanda lahir dari Allah. Jika kita mengasihi Bapa, kita juga akan mengasihi anak-anak-Nya, yaitu semua orang percaya. Jadi, kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama percaya tidak bisa dipisahkan.
Latar belakang
Pengakuan Iman yang Sejati
Jemaat mengalami ketidakpastian tentang tanda-tanda iman sejati. Yohanes membuka suratnya dengan tes yang sederhana namun powerful: siapa yang benar-benar percaya pada Yesus sebagai Kristus akan menunjukkannya melalui kasih kepada sesama percaya dan kepada Tuhan.
Di mana
Asia Kecil
Gereja lokal di wilayah Efesus atau sekitarnya
Kapan
~90 M
Gereja awal setelah para rasul
Yang berbicara
Yohanes Rasul
Murid Yesus yang menulis surat untuk gereja awal
Kepada
Jemaat Kristen Awal
Komunitas percaya yang menghadapi kebingungan tentang iman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πιστεύω
pisteúō · believe
percaya dengan hati, mempercayakan diri; bukan hanya intelektual tapi komitmen hidup
γεννάω
gennaō · born
lahir, dilahirkan; menunjuk pada transformasi baru bukan usaha manusia
ἀγαπάω
agapáō · love
mengasihi dengan kasih yang penuh komitmen dan pengorbanan, kasih Tuhan
Ketiga kata ini menggambarkan perjalanan spiritual lengkap: kepercayaan pada Kristus menghasilkan kelahiran baru dari Allah, yang langsung ditunjukkan melalui kasih sejati pada Bapa dan sesama.
Tahukah kamu
Logika Cinta Bertingkat
Ayat ini memperkenalkan pola yang terus-menerus dalam surat: cinta pada Bapa dan cinta pada saudara seiman tidak bisa dipisahkan. Jika kamu mengasihi Bapa, kamu otomatis mengasihi anak-anak Bapa.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Yohanes 5:1
Yohanes 1:12-13
lahir dari Allah sebagai bukti percaya pada Kristus
“Kepada semua orang yang menerima Dia, kepada mereka yang percaya dalam nama-Nya, Dia memberi hak untuk menjadi anak-anak Allah.”
Yohanes 13:34-35
kasih kepada sesama sebagai tanda pengikut Kristus sejati
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu: saling mengasihi. Seperti yang aku telah mengasihi kamu, demikianlah kamu juga harus saling mengasihi.”
1 Yohanes 3:9-10
identitas anak Allah melalui kelahiran spiritual
“Setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa. Dengan demikian, siapakah anak-anak Allah dan siapakah anak-anak setan menjadi jelas.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Yohanes 5:1
✕ Sering dikira
Asalkan kamu percaya sekali, itu cukup untuk kehidupan kekal tanpa perlu berubah hidup
✓ Yang sebenarnya
Percaya pada Kristus akan otomatis menghasilkan kasih kepada Bapa dan sesama sebagai bukti kelahiran baru
✕ Sering dikira
Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama adalah dua hal terpisah yang bisa dipilih salah satunya
✓ Yang sebenarnya
Mengasihi Tuhan dan mengasihi anak-anak Bapa (sesama percaya) adalah bukti yang tidak terpisahkan dari satu iman
Renungan
Renungan Singkat 1 Yohanes 5:1
Coba periksa hubungan Anda dengan sesama orang percaya. Apakah Anda mengasihi mereka dengan tulus? Jika ada rasa kesal atau tidak peduli, mungkin iman Anda sedang diuji. Mulailah dengan mendoakan mereka dan cari cara untuk menunjukkan kasih secara praktis.
Bapa, terima kasih karena Engkau telah melahirkan kami menjadi anak-anak-Mu; tolong kami untuk mengasihi saudara-saudari seiman seperti Engkau mengasihi kami. Amin.