Garis menuju Eliab
1 Tawarikh 6:27
Silsilah Lewi dan Tugasnya
“Anak Nahat adalah Eliab, anak Eliab adalah Yeroham, dan anak Yeroham adalah Elkana.”1 Tawarikh 6:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan anak orang ini ialah Eliab, dan anak orang ini ialah Yeroham, dan anak orang ini ialah Elkana.”1 Tawarikh 6:27 · TB
Terjemahan Baru
“Eliab, Yeroham, Elkana.”1 Tawarikh 6:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Eliab his son, Jeroham his son, Elkanah his son.”1 Tawarikh 6:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Tawarikh 6:27?
Ayat ini mencatat silsilah dari Nahat ke Eliab, Yeroham, dan Elkana. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memelihara catatan keluarga Lewi, menekankan bahwa setiap generasi memiliki peran dalam pelayanan kepada-Nya.
Latar belakang
Silsilah menuju Samuel
Ayat ini menyebut Eliab, Yeroham, dan Elkana, yang mengarah pada Samuel (ayat 28). Ini penting karena Samuel adalah tokoh besar.
Di mana
Yerusalem
Dalam konteks penulisan kitab, mungkin di bait Allah
Kapan
~450 SM (penulisan)
Setelah pembuangan
Yang berbicara
Penulis 1 Tawarikh
Sejarawan Israel pasca-pembuangan
Kepada
Orang Israel pasca-pembuangan
Komunitas yang kembali dari pengasingan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נַחַת
Nahat · Nahat
Ketenangan
אֶלִיאָב
Eliab · Eliab
Allah adalah bapa
יְרֹחָם
Yeroham · Yeroham
Dikasihani
Nama-nama ini meneguhkan bahwa Allah adalah bapa yang penuh belas kasihan, memberikan ketenangan.
Tahukah kamu
Eliab juga nama kakak Daud
Ada Eliab lain di 1 Samuel 16:6, menunjukkan nama umum di Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 6:27
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 6:27
✕ Sering dikira
Mengira silsilah ini berbeda dengan 1 Samuel
✓ Yang sebenarnya
Ini variasi silsilah yang umum di Alkitab.
✕ Sering dikira
Menganggap Eliab di sini sama dengan kakak Daud
✓ Yang sebenarnya
Konteks menunjukkan ini leluhur Heman, bukan kakak Daud.
Renungan
Renungan Singkat 1 Tawarikh 6:27
Setiap generasi dipanggil untuk setia dalam pelayanan. Kita dapat menjadi mata rantai yang menghubungkan iman masa lalu dengan masa depan.
Tuhan, jadikan aku pribadi yang setia dalam garis generasiku. Amin.