Undian ke-22 untuk Gidalti

1 Tawarikh 25:29

Para Pelayan Musik di Bait Allah

PerikopKelompok Penyanyi · 1 Tawarikh 25:1-31 →
“Undian ke-22 pada Gidalti, dengan anak-anak dan saudara-saudaranya sebanyak dua belas orang.”

1 Tawarikh 25:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 25:29?

Undian kedua puluh tiga jatuh pada Mahaziot, putra Heman. Ia bersama dua belas anak-anak dan saudara-saudaranya ditugaskan untuk bernyanyi dan bermain musik dalam ibadah, melanjutkan tradisi pujian yang teratur di bait Allah.

Latar belakang

Gidalti Mendapat Giliran

Undian kedua puluh dua jatuh pada Gidalti, juga salah satu anak Heman. Sama seperti kelompok lain, ia mendapat dua belas orang anak dan saudara, yang akan melayani dalam paduan suara di bait Allah.

Di mana

Yerusalem

Di bait Allah saat pembagian tugas

Kapan

~970 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud mempersiapkan bait
Salomo membangun bait
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Tawarikh

Sejarawan yang mencatat silsilah dan pelayanan

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Israel yang mempelajari sejarah leluhur

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גִּדַּלְתִּי

Gidalti · Gidalti

Nama pribadi, berarti 'aku membesarkan' atau 'aku memuliakan'

בָּנִים

banim · anak-anak

Anak laki-laki, keturunan

אַחִים

achim · saudara-saudara

Saudara laki-laki, kerabat

Nama Gidalti yang berarti 'memuliakan' mengingatkan bahwa tugas utama para penyanyi adalah memuliakan Tuhan. Kata 'anak-anak' dan 'saudara-saudara' menunjukkan bahwa pelayanan dilakukan secara keluarga dan komunal.

Tahukah kamu

Makna Nama Gidalti

Nama Gidalti berarti 'aku membesarkan' atau 'aku memuliakan', mungkin merujuk pada pujian yang dinaikkan kepada Tuhan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 25:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 25:29

✕  Sering dikira

Mengira setiap kelompok hanya berjumlah dua belas orang secara kebetulan.

✓  Yang sebenarnya

Jumlah dua belas mungkin disengaja untuk melambangkan dua belas suku Israel.

✕  Sering dikira

Menganggap pembagian tugas ini hanya untuk kepentingan ritual.

✓  Yang sebenarnya

Tugas ini adalah ibadah yang sungguh-sungguh, bukan sekadar formalitas.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 25:29

Konsistensi dalam ibadah adalah kunci pertumbuhan rohani. Rutinitas yang baik, seperti beribadah dan melayani secara teratur, membantu kita tetap dekat dengan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.

Tuhan, jadikan aku konsisten dalam ibadah dan pelayanan, sehingga hidupku menjadi pujian bagi-Mu. Amin.