Undian bagi Para Pemimpin Lewi
1 Tawarikh 24:31
Pembagian Tugas Imam dan Orang Lewi
PerikopOrang Lewi Lainnya · 1 Tawarikh 24:20-31 →“Mereka juga melempar undi, seperti halnya saudara-saudara mereka, anak-anak Harun. Mereka melempar undi di depan Raja Daud, Zadok, Ahimelekh, dan para kepala kaum imam serta orang Lewi. Para kepala kaum diperlakukan sama dengan saudara-saudara mereka yang lebih muda.”1 Tawarikh 24:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka inipun, sama seperti saudara- saudara sesuku mereka, anak-anak Harun, membuang undi di depan raja Daud, di depan Zadok, Ahimelekh dan para kepala puak, para imam dan orang Lewi. Dalam hal ini seorang kepala puak sama dengan saudaranya yang terkecil.”1 Tawarikh 24:31 · TB
Terjemahan Baru
“Untuk giliran tugas mereka, setiap kepala keluarga bersama seorang adiknya yang laki-laki menarik undi seperti yang dilakukan oleh sanak saudara mereka, yaitu para imam keturunan Harun. Penarikan undi itu disaksikan oleh Raja Daud bersama Zadok, Ahimelekh serta kepala-kepala keluarga dari golongan imam-imam dan dari golongan orang Lewi.”1 Tawarikh 24:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“These likewise cast lots over against their brethren the sons of Aaron in the presence of David the king, and Zadok, and Ahimelech, and the chief of the fathers of the priests and Levites, even the principal fathers over against their younger brethren.”1 Tawarikh 24:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Tawarikh 24:31?
Ayat ini menunjukkan bahwa pembagian tugas ibadah ditentukan dengan undian di hadapan Daud, Zadok, dan Ahimelekh, dan semua kepala kaum diperlakukan sama, tanpa memandang usia atau status.
Latar belakang
Kesetaraan dalam undian
Setelah pembagian tugas imam dari keturunan Harun, kini orang Lewi lainnya juga ikut diundi untuk menentukan giliran pelayanan mereka. Undian dilakukan di hadapan raja, imam, dan pemimpin, menunjukkan bahwa semua diperlakukan sama tanpa memandang usia atau senioritas.
Di mana
Yerusalem
Di bait Allah, saat pencatatan pembagian tugas
Kapan
~970 SM (masa Daud) & ~400 SM (penulisan)
Kerajaan Daud, sebelum pembangunan bait
Yang berbicara
Penulis 1 Tawarikh
Sejarawan Israel, pasca-pembuangan, ~400 SM
Kepada
Umat Israel pasca-pembuangan
Orang-orang yang kembali dari Babel, memulihkan ibadah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גּוֹרָל
goral · undi
batu atau benda kecil yang digunakan untuk menentukan keputusan
אַחֵיהֶם
achehem · saudara-saudara
saudara laki-laki, dalam konteks ini sesama orang Lewi
רָאשֵׁי הָאָבוֹת
rashei ha'avot · kepala kaum
pemimpin keluarga atau klan
Kata 'goral' menunjukkan keadilan Allah dalam membagi tugas, sementara 'achehem' menegaskan kesetaraan di antara mereka, dan 'rashei ha'avot' menunjukkan rasa hormat kepada para pemimpin meski setara di hadapan Allah.
Tahukah kamu
Undian bukan sekadar lotere
Dalam budaya Israel kuno, undian dianggap sebagai cara Allah menyatakan kehendak-Nya, bukan sekadar permainan untung-untungan. Ini dipakai untuk membagi tanah, memilih raja, dan menentukan tugas imam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 24:31
Bilangan 26:55
Undian untuk pembagian
“Tetapi negeri itu harus dibagikan dengan undian; mereka harus menerima milik pusaka menurut nama suku-suku nenek moyang mereka.”
Amsal 16:33
Kedaulatan Allah
“Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.”
1 Tawarikh 24:5
Undian dalam tugas
“Mereka dikelompokkan dengan melempar undi karena ada pemimpin-pemimpin tempat kudus dan pemimpin-pemimpin bait Allah...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 24:31
✕ Sering dikira
Undian berarti keputusan acak tanpa Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Orang Israel percaya undian adalah cara Allah menentukan kehendak-Nya, bukan acak.
✕ Sering dikira
Semua orang Lewi mendapat tugas yang sama tanpa hierarki.
✓ Yang sebenarnya
Tetap ada kepala kaum dan struktur, tetapi undian memberi kesempatan adil untuk semua kelompok.
Renungan
Renungan Singkat 1 Tawarikh 24:31
Dalam pekerjaan Tuhan, setiap orang memiliki peran yang sama pentingnya, tanpa memandang senioritas. Kita dapat belajar untuk menerima tugas yang diberikan, bahkan yang mungkin terlihat kecil, sebagai panggilan dari Tuhan.
Tuhan, ajarlah aku untuk melayani dengan rendah hati dan setia, mengakui bahwa setiap tugas dari-Mu adalah berharga, Amin.