Anak-anak yang taat menolak nafsu jahat
1 Petrus 1:14
Dipanggil untuk Hidup Kudus
“Sebagai anak-anak yang taat, janganlah tunduk kepada nafsu jahatmu seperti ketika kamu masih hidup dalam kebodohanmu,”1 Petrus 1:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,”1 Petrus 1:14 · TB
Terjemahan Baru
“Taatlah kepada Allah, dan janganlah hidup menurut keinginanmu yang dahulu, pada waktu kalian masih belum mengenal Allah.”1 Petrus 1:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(1:13)”1 Petrus 1:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“As obedient children, not fashioning yourselves according to the former lusts in your ignorance:”1 Petrus 1:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Petrus 1:14?
Sebagai anak-anak yang taat, kita tidak boleh hidup menuruti hawa nafsu seperti ketika kita belum mengenal Allah. Ini berarti kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah, bukan lagi diperbudak oleh keinginan dosa yang lama.
Latar belakang
Ketaatan sebagai tanda kematangan spiritual
Petrus memanggil jemaat sebagai "anak-anak yang taat", menggunakan bahasa keluarga yang akrab. Dia mendorong mereka untuk tidak lagi menyerah pada nafsu jahat mereka seperti ketika mereka hidup dalam kebodohan masa lalu. Ketaatan pada Tuhan adalah cara mereka menunjukkan bahwa mereka telah diubah dan tumbuh secara spiritual.
Di mana
Asia Kecil
Komunitas yang berjuang melawan nafsu duniawi
Kapan
~60-65 M
Zaman pertumbuhan spiritual dalam Kristus
Yang berbicara
Petrus
Rasul yang berbicara sebagai ayah spiritual
Kepada
Orang-orang asing Kristen
Jemaat sebagai anak-anak Tuhan dalam iman
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
τέκνα ὑπακοῆς
tekna hypakoes · obedient children
anak-anak yang patuh; mereka yang mendengarkan dan mengikuti perintah dengan rendah hati
ἐπιθυμία
epithymia · lusts
nafsu jahat; keinginan yang tidak terkontrol untuk hal-hal yang melanggar norma Tuhan
ἀγνοία
agnoia · ignorance
kebodohan; keadaan tidak mengetahui jalan Tuhan
Ketaatan Kristen adalah respons anak-anak kepada seorang ayah yang penuh kasih. Mereka telah keluar dari masa ketidaktahuan dan sekarang diminta untuk menolak nafsu-nafsu yang pernah menguasai mereka sebelum mereka mengenal Tuhan.
Tahukah kamu
Dari kebodohan menuju pencerahan
Istilah "kebodohan" yang Petrus gunakan tidak berarti kekurangan intelijen, tetapi kekurangan pengetahuan tentang Tuhan dan jalan-Nya. Kini, dengan menerima Kristus, mereka telah keluar dari kegelapan menuju pencerahan, dan ketaatan adalah cara mereka terus berjalan dalam terang tersebut.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Petrus 1:14
Roma 6:11-14
penolakan terhadap nafsu dosa melalui pemahaman kematian dan kebangkitan dengan Kristus
“Demikianlah, pandanglah dirimu sebagai orang mati terhadap dosa, tetapi sebagai orang hidup kepada Allah dalam Kristus Yesus... Janganlah memberikan anggota-anggota tubuhmu untuk berbuat dosa”
Galatia 5:16-17
pertentangan antara Roh dan daging dalam kehidupan Kristen
“Sebab itu aku berkata: hiduplah oleh Roh, dan kamu tidak akan memenuhi keinginan daging... daging menghendaki apa yang berlawanan dengan Roh”
Efesus 4:25-32
pengarahan praktis untuk perilaku anak-anak Tuhan
“Sebab itu, buanglah dusta dan katakanlah kebenaran, karena kita adalah anggota-anggota tubuh yang satu... Jangan ada perkataan kotor yang keluar dari mulutmu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Petrus 1:14
✕ Sering dikira
Ketaatan kepada Tuhan adalah bentuk penindasan dan kehilangan kebebasan pribadi
✓ Yang sebenarnya
Ketaatan kepada Tuhan adalah pembebasan dari belenggu nafsu jahat yang mengikat, membawa kebebasan sejati
✕ Sering dikira
Nafsu jahat adalah bagian alami dari kehidupan yang tidak bisa dihindari
✓ Yang sebenarnya
Nafsu jahat adalah sisa dari kehidupan lama yang harus ditolak secara aktif oleh anak-anak Tuhan
Renungan
Renungan Singkat 1 Petrus 1:14
Bagaimana kita menyikapi godaan sehari-hari? Ayat ini mengingatkan bahwa identitas kita sebagai anak Allah seharusnya mengubah cara kita hidup. Saat keinginan duniawi muncul, ingatlah bahwa kita bukan lagi orang yang hidup dalam kebodohan, tetapi anak-anak yang taat kepada Bapa.
Bapa, tolong aku untuk tidak menuruti nafsu jahatku, tetapi hidup sebagai anak-Mu yang taat dalam setiap perkataan, pikiran, dan perbuatanku. Amin.