Kitab Wahyu · 13 ayat
Wahyu 8
Segel ketujuh dibuka—langit sunyi menunggu penghakiman
Tentang pasal ini
Ketika Domba Yesus membuka segel ketujuh, yang terjadi justru bukan ledakan kekerasan seperti enam segel sebelumnya. Sebaliknya, langit menjadi sunyi total selama setengah jam. Ini adalah momen dramatis—alam semesta sebagai saksi berhenti bernapas sebelum fase baru penghakiman dimulai.
Di manaSurga (dalam visi)Kapan~95 MSiapaYohanes
Anak Domba Membuka Segel yang Ketujuh1Dan, ketika Anak Domba membuka segel yang ketujuh, ada kesunyian di surga kira-kira setengah jam lamanya. 2Dan, aku melihat ketujuh malaikat yang berdiri di hadapan Allah, dan tujuh trompet diberikan kepada mereka. 3Lalu, malaikat lain datang dan berdiri di altar, memegang sebuah pedupaan emas; dan kepadanya diberikan banyak dupa untuk dipersembahkan bersama doa-doa orang-orang kudus di atas altar emas yang di depan takhta itu. 4Dan, asap dupa itu, bersama dengan doa-doa orang-orang kudus, naik ke hadapan Allah dari tangan malaikat itu. 5Lalu, malaikat itu mengambil pedupaan dan mengisinya dengan api yang diambil dari altar dan melemparkannya ke bumi; maka terdengarlah bunyi guntur yang disertai kilat dan gempa bumi. Trompet Pertama sampai Trompet Keempat Ditiup6Setelah itu, tujuh malaikat yang memegang tujuh trompet itu bersiap-siap untuk meniup trompet mereka. 7Malaikat pertama meniup trompetnya, maka terjadilah hujan es dan api bercampur darah; dan ditumpahkan ke atas bumi, maka terbakarlah sepertiga bumi dan sepertiga pepohonan dan terbakarlah semua rumput hijau. 8Malaikat kedua meniup trompetnya, maka sesuatu seperti gunung yang terbakar api dilemparkan ke dalam laut; dan sepertiga dari laut menjadi darah, 9maka sepertiga dari makhluk yang berada di laut dan memiliki hidup menjadi mati, dan sepertiga dari kapal dihancurkan. 10Malaikat ketiga meniup trompetnya, maka jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala seperti obor, dan bintang itu menimpa sepertiga dari sungai dan mata air. 11Nama bintang itu adalah Apsintus. Maka, sepertiga dari semua air menjadi apsintus dan banyak orang mati karena air itu sudah dijadikan pahit. 12Malaikat keempat meniup trompetnya, maka terpukullah sepertiga matahari, sepertiga bulan, dan sepertiga bintang sehingga sepertiga dari mereka menjadi gelap, dan sepertiga siang hari menjadi gelap dan demikian juga pada malam hari. 13Lalu, aku melihat dan mendengar seekor burung rajawali terbang di tengah-tengah langit, berkata dengan suara nyaring, “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di bumi karena bunyi trompet ketiga malaikat lain yang masih akan ditiup.”
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya