Orang bijak membangun di atas batu

Matius 7:24-29

Mendengar dan Melakukan

Latar belakang

Dengar saja tidak cukup — harus dilakukan

Perumpamaan penutup Khotbah di Bukit ini adalah teriakan klimaks dari seluruh khotbah: semua yang sudah dikatakan Yesus tidak berguna kalau hanya didengar tanpa dilakukan. Dua orang ini sama-sama mendengar khotbah yang sama — bedanya hanya apa yang mereka lakukan setelahnya.

Di mana

Bukit Beatitudes, Galilea

Lereng bukit, pagi hari

Kapan

~30 M

Khotbah di Bukit — perumpamaan penutup tentang dua pembangun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penolakan terhadap yang berbuat pelanggaran
Gambaran hujan, banjir, dan angin menerpa rumah
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesus

Rabi dari Galilea, menutup Khotbah di Bukit dengan perumpamaan

M

Kepada

Murid-murid dan orang banyak

Kerumunan yang akrab dengan bangunan batu khas Palestina

Arti tiap ayat

Penjelasan Matius 7:24-29 Ayat per Ayat

Matius 7:24

Yesus menutup khotbah-Nya dengan perumpamaan tentang dua pembangun. Mendengar perkataan-Nya dan melakukannya sama dengan membangun hidup di atas batu yang kokoh. Ini berarti iman yang berakar pada ketaatan akan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Matius 7:25

Ayat ini menggunakan perumpamaan tentang dua orang pembangun rumah. Orang yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus (Khotbah di Bukit) diibaratkan sebagai orang bijak yang membangun rumahnya di atas batu. Ketika…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Matius 7:26

Ayat ini menggambarkan orang bodoh yang mendengar perkataan Yesus tetapi tidak melakukannya. Ia membangun rumahnya di atas pasir, yang tidak stabil. Ketika hujan, banjir, dan angin datang, rumah itu roboh dan hancur…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Matius 7:27

Ayat ini melengkapi perumpamaan sebelumnya. Rumah yang dibangun di atas pasir tidak tahan terhadap terpaan hujan, banjir, dan angin. Keruntuhannya sangat besar. Ini menunjukkan bahwa hidup tanpa dasar iman yang benar…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Matius 7:28

Setelah Yesus selesai mengajar, orang banyak merasa heran atau takjub terhadap pengajaran-Nya. Reaksi mereka menunjukkan bahwa cara Yesus mengajar memiliki otoritas yang berbeda dari para ahli Taurat. Mereka terbiasa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Matius 7:29

Ayat ini menjelaskan alasan kekaguman orang banyak: Yesus mengajar dengan penuh kuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Ahli Taurat biasanya mengutip tokoh-tokoh terdahulu, tetapi Yesus mengajar langsung dari diri-Nya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Matius 7 selengkapnya