Siapa yang bisa menambah sehasta pada usianya dengan khawatir?
Matius 6:27
Berdoa, Berpuasa, dan Beriman: Cara yang Benar
“Siapakah di antara kamu yang karena khawatir dapat menambah sehasta pada usianya?”Matius 6:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”Matius 6:27 · TB
Terjemahan Baru
“Siapakah dari kalian yang dengan kekhawatirannya dapat memperpanjang umurnya biarpun sedikit?”Matius 6:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi, tidak usah kuatir! Lagipula, kekuatiranmu tidak dapat memperpanjang umurmu sedetik pun.”Matius 6:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Which of you by taking thought can add one cubit unto his stature?”Matius 6:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 6:27?
Kekhawatiran tidak dapat mengubah apa pun, bahkan menambah sehasta pada usia kita. Dengan kata lain, kuatir hanya membuang energi dan tidak menyelesaikan masalah, jadi percayalah kepada Tuhan yang memegang kendali atas hidup kita.
Latar belakang
Pertanyaan yang jawabannya sudah jelas: tidak ada
Ini adalah pertanyaan retoris dengan jawaban yang sudah diketahui semua orang: tidak ada yang pernah menambah umur atau tingginya dengan cara khawatir. Yesus menggunakan humor dan logika sekaligus: kalau sesuatu yang kecil saja (satu hasta) tidak bisa dilakukan dengan khawatir, mengapa khawatir tentang hal-hal besar?
Di mana
Lereng bukit, Galilea
Pengajaran yang berganti ke argumen logis dengan sentuhan humor ringan
Kapan
~30 M
Khotbah di Bukit, bagian kedua
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Nazaret, menggunakan argumen praktis tentang ketidakgunaan kekhawatiran
Kepada
Murid-murid dan orang banyak
Orang yang menghabiskan energi untuk kekhawatiran yang tidak menghasilkan apa-apa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
προσθεῖναι ἐπὶ τὴν ἡλικίαν αὐτοῦ πῆχυν ἕνα
menambah sehasta pada usianya · add to his span of life
Helikia = usia atau tinggi; pechus = hasta (~45 cm). Ambiguitas yang memperkuat humor dan poin Yesus
μεριμνῶν
karena khawatir · worrying
Partisip dari merimnaó — kekhawatiran yang aktif dan terus-menerus, bukan kekhawatiran sekilas
τίς δὲ ἐξ ὑμῶν
siapakah di antara kamu · which of you
Pertanyaan retoris inklusif — menantang semua orang untuk jujur mengakui bahwa kekhawatiran tidak pernah menghasilkan apa-apa
Pertanyaan retoris (τίς ἐξ ὑμῶν) tentang menambah sehasta (πῆχυν) dengan khawatir (μεριμνῶν) mengungkap paradoks: kekhawatiran mengklaim bisa menambah tapi justru memecah dan menguras.
Tahukah kamu
Sehasta pada usia adalah idiom yang bisa bermakna ganda
Kata Yunani helikia bisa berarti usia/umur atau tinggi badan. Dan pechus/hasta adalah satuan panjang sekitar 45 cm. Sebagian ahli membaca ini sebagai menambah tinggi badan satu hasta — gambar yang justru lebih absurd dan lucu, memperkuat poin Yesus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 6:27
Mazmur 127:2
Sia-sianya usaha yang dilakukan tanpa Allah dan dalam kekhawatiran
“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi, tinggal larut malam, makan roti yang diperoleh dengan susah payah”
Pengkhotbah 2:22-23
Kekhawatiran dan kerja keras yang terlepas dari Allah tidak menambah apapun
“Apakah yang diperoleh manusia dari segala jerih payahnya? Semua harinya penuh kesedihan”
Lukas 12:25-26
Paralel langsung dari Lukas dengan tambahan argumen logis
“Jika kamu tidak dapat melakukan hal yang paling kecil, mengapa khawatir tentang hal lain?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 6:27
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti umur manusia sudah ditentukan dan tidak bisa diubah sama sekali
✓ Yang sebenarnya
Poin utamanya adalah ketidakgunaan kekhawatiran, bukan determinisme umur — Alkitab sendiri mencatat doa yang mengubah situasi
✕ Sering dikira
Sehasta secara harfiah berarti menambah tinggi badan
✓ Yang sebenarnya
Debat masih berlangsung di antara ahli bahasa — bisa berarti usia atau tinggi, dan ambiguitas itu justru memperkuat humor dan poin Yesus
Renungan
Renungan Singkat Matius 6:27
Coba renungkan: apakah kekhawatiranmu pernah mengubah sesuatu menjadi lebih baik? Hari ini, lepaskan satu kekhawatiran yang tidak bisa kamu kendalikan, dan serahkan kepada Tuhan yang memegang masa depanmu.
Tuhan, ampuni aku yang sering kuatir padahal itu tidak mengubah apa pun, dan ajar aku untuk percaya pada rencana-Mu. Amin.