Petrus Ingin Mendirikan Tiga Kemah
Matius 17:4
Yesus Berubah Rupa di Hadapan Murid-Nya
“Petrus berkata kepada Yesus, “Tuhan, adalah baik bagi kita untuk berada di sini. Jika Engkau menghendaki, aku akan mendirikan tiga kemah di sini, satu untuk-Mu, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia.””Matius 17:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."”Matius 17:4 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Petrus berkata kepada Yesus, "Tuhan, enak sekali kita di sini. Kalau Tuhan suka, saya akan mendirikan tiga kemah di sini: satu untuk Tuhan, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia."”Matius 17:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Luar biasa! Tuhan, indah sekali kita berada di sini bersama-sama! Kalau Engkau mau, saya akan membuatkan tiga pondok di sini— satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia.””Matius 17:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then answered Peter, and said unto Jesus, Lord, it is good for us to be here: if thou wilt, let us make here three tabernacles; one for thee, and one for Moses, and one for Elias.”Matius 17:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 17:4?
Petrus yang takjub menawarkan untuk mendirikan tiga kemah, satu untuk Yesus, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia. Ia ingin mempertahankan momen itu, namun belum mengerti bahwa Yesus lebih tinggi dari Musa dan Elia.
Latar belakang
Reaksi spontan yang salah arah
Markus menambahkan bahwa Petrus 'tidak tahu apa yang harus dikatakannya karena mereka sangat takut'. Jadi ucapan tentang tiga kemah bukan usulan yang dipikirkan matang — itu reaksi panik spontan dari seseorang yang kewalahan. Dia ingin memperpanjang momen ini selamanya.
Di mana
Puncak Gunung Hermon
Di hadapan Yesus yang berubah rupa bersama Musa dan Elia
Kapan
~29 M
Saat Transfigurasi berlangsung
Yang berbicara
Petrus
Murid utama Yesus, nelayan dari Betsaida yang impulsif
Kepada
Yesus
Guru Petrus yang sedang bersinar dalam kemuliaan ilahi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
σκηνάς
kemah · tabernacles/tents
Sama dengan 'sukkot' (Ibrani) — tenda darurat yang menjadi simbol kehadiran Allah bersama Israel di padang gurun
καλόν
baik · good
Bukan sekadar 'oke' — kalon berarti 'indah, bernilai tinggi' — Petrus merasa ini momen yang terlalu berharga untuk diakhiri
εἰ θέλεις
jika Engkau menghendaki · if you wish
Petrus menyadari ini bukan haknya untuk memutuskan — ada elemen kerendahan hati di tengah ucapan yang ceroboh
Petrus ingin 'mengabadikan' momen ilahi — tapi Allah punya agenda yang lebih besar: bukan kemah di gunung, tapi salib di Yerusalem.
Tahukah kamu
Kemah dan Pesta Pondok Daun
Kata 'kemah' dalam bahasa Yunani adalah 'skēnē' yang sama dengan kata untuk pondok dalam Pesta Pondok Daun (Sukkot) — festival tahunan Israel. Mungkin Petrus teringat festival itu dan ingin merayakannya di sana.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 17:4
Markus 9:6
Menjelaskan konteks emosional di balik usulan Petrus
“Ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.”
Imamat 23:42
Perintah Pesta Pondok Daun — latar belakang kultural dari ide kemah Petrus
“Kamu harus tinggal dalam kemah-kemah selama tujuh hari.”
Yohanes 1:14
'Diam' dalam Yunani adalah eskēnōsen — Allah mendirikan kemah-Nya di antara kita dalam Yesus
“Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 17:4
✕ Sering dikira
Petrus mengusulkan tiga kemah karena dia ingin mengabdikan dirinya melayani ketiga tokoh itu
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak memberi tahu motivasi itu — Markus malah mencatat Petrus tidak tahu harus berkata apa
✕ Sering dikira
Usulan Petrus diterima tapi tidak sempat dilaksanakan karena awan datang
✓ Yang sebenarnya
Usulan itu tidak pernah ditanggapi Yesus — awan datang memotong ucapan Petrus dan suara Allah mengalihkan fokus
Renungan
Renungan Singkat Matius 17:4
Kita sering ingin tinggal dalam pengalaman rohani yang nyaman, padahal Tuhan memanggil kita untuk turun dan melayani. Jangan puas dengan momentum, tetapi lanjutkan perjalanan iman.
Ya Tuhan, mampukan aku untuk tidak terpaku pada pengalaman rohani, melainkan taat pada panggilan-Mu setiap hari. Amin.