Imam kepala mengejek: 'Dia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri'
Markus 15:31
Hari Paling Gelap di Golgota
“Begitu juga imam-imam kepala, bersama dengan para ahli Taurat, mengejek Yesus dengan berkata satu sama lain, “Dia menyelamatkan orang lain, tetapi Dia tidak dapat menyelamatkan diri-Nya sendiri!”Markus 15:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok- olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!”Markus 15:31 · TB
Terjemahan Baru
“Begitu juga imam-imam kepala dan guru-guru agama mengejek Yesus. Mereka berkata satu sama lain, "Ia menyelamatkan orang lain, tetapi diri-Nya sendiri Ia tidak dapat selamatkan!”Markus 15:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Para imam kepala dan ahli Taurat yang ada di situ juga menertawakan Dia, “Konyol sekali! Dia bisa menyelamatkan orang lain, tetapi tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri!”Markus 15:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Likewise also the chief priests mocking said among themselves with the scribes, He saved others; himself he cannot save.”Markus 15:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 15:31?
Ayat ini menunjukkan bahwa para pemuka agama mengejek Yesus di kayu salib. Mereka mengakui bahwa Dia menyelamatkan orang lain, tetapi mereka meragukan kuasa-Nya karena Dia tidak menyelamatkan diri-Nya sendiri. Ini adalah ejekan yang ironis, karena justru dengan tidak menyelamatkan diri-Nya, Yesus menyelamatkan umat manusia.
Latar belakang
Ejekan yang adalah kebenaran yang tidak disadari
Imam-imam kepala berkata dengan sinis: 'Dia menyelamatkan orang lain, Dia tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri.' Tapi tanpa mereka sadari, kalimat itu adalah pernyataan teologis paling dalam: itulah memang desain penebusan. Yang menyelamatkan tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri sekaligus menyelamatkan orang lain.
Di mana
Golgota — Yerusalem
Di antara kerumunan di sekitar salib
Kapan
~30 M
Jumat pagi — selama penyaliban
Yang berbicara
Imam-imam kepala & ahli Taurat
elit agama yang datang menyaksikan eksekusi musuh mereka
Kepada
Satu sama lain
mereka saling bicara — bukan kepada Yesus secara langsung
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἔσωσεν
esōsen · menyelamatkan
Aorist aktif — Dia telah menyelamatkan orang lain. Diakui bahkan oleh musuh-musuh-Nya
οὐ δύναται
ou dynatai · tidak dapat
Secara harfiah 'tidak mampu' — tapi ironisnya Yesus 'tidak mampu' bukan karena lemah, tapi karena memilih setia pada misi
ἑαυτόν
heauton · diri-Nya sendiri
Refleksif — menyelamatkan diri sendiri vs. menyelamatkan orang lain. Dua hal yang saling mengecualikan dalam konteks ini
'Esōsen' — dia telah menyelamatkan — adalah pengakuan jujur dari mulut musuh. Mereka tidak menolak bahwa Yesus melakukan mukjizat. Yang mereka tolak adalah bahwa itu membuktikan otoritas-Nya. Dan 'ou dynatai heauton sōsai' — tidak bisa menyelamatkan dirinya — adalah inti dari teologi salib: justru itulah gunanya.
Tahukah kamu
Komentar teologi dari musuh-musuh Yesus
Ironi teologis terbesar dalam Injil: pernyataan paling akurat tentang makna kematian Yesus justru diucapkan oleh orang-orang yang membencinya. Mereka bermaksud mengejek; mereka justru berkhotbah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 15:31
Markus 10:45
misi Yesus memang bukan menyelamatkan diri tapi mengorbankan diri
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
2 Korintus 5:21
yang tidak bersalah menanggung untuk yang bersalah
“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”
Ibrani 12:2
Yesus memilih salib, bukan terperangkap di dalamnya
“Yesus, yang demi sukacita yang ada di hadapan-Nya, telah tahan menanggung salib, dengan mengabaikan kehinaan salib itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 15:31
✕ Sering dikira
Imam-imam kepala punya argumen yang valid: kalau Dia benar-benar ilahi, Dia pasti bisa turun.
✓ Yang sebenarnya
Mereka salah memahami kriteria keilahian. Kemampuan untuk turun bukan bukti keilahian — memilih tidak turun karena kasih adalah ekspresi keilahian yang sejati.
✕ Sering dikira
Komentar mereka tidak ada nilainya secara teologis.
✓ Yang sebenarnya
Justru pernyataan mereka adalah ringkasan teologi penebusan yang sangat tepat — meskipun mereka mengucapkannya sebagai ejekan.
Renungan
Renungan Singkat Markus 15:31
Saat kita menghadapi ejekan atau kritik karena iman kita, ingatlah bahwa Yesus juga mengalaminya. Jangan biarkan perkataan orang lain menggoyahkan keyakinan kita, tetapi tetaplah setia pada panggilan Tuhan.
Tuhan Yesus, berikan aku keteguhan hati untuk tetap percaya kepada-Mu meskipun aku diejek atau diremehkan orang lain. Amin.