Tangan Terangkat di Betania
Lukas 24:50
Kenaikan Yesus ke Surga
“Kemudian, Yesus mengajak para pengikut-Nya ke luar kota sampai di Betania, lalu Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.”Lukas 24:50 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.”Lukas 24:50 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah itu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya, lalu memberkati mereka.”Lukas 24:50 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian Yesus mengajak mereka ke luar dari kota Yerusalem, yaitu ke daerah kampung Betania. Di sana Dia mengangkat kedua tangan-Nya untuk memberkati mereka.”Lukas 24:50 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he led them out as far as to Bethany, and he lifted up his hands, and blessed them.”Lukas 24:50 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 24:50?
Yesus membawa murid-murid-Nya ke dekat Betania dan mengangkat tangan-Nya untuk memberkati mereka. Ini adalah tindakan perpisahan yang penuh kasih dan otoritas. Yesus memberkati mereka sebelum naik ke surga, menunjukkan bahwa perpisahan-Nya tidak berarti meninggalkan mereka tanpa berkat.
Latar belakang
Perpisahan yang penuh berkat
Yesus mengajak para murid keluar dari Yerusalem sampai dekat Betania — desa di lereng Bukit Zaitun tempat Maria, Marta, dan Lazarus tinggal. Di sana Dia mengangkat tangan dan memberkati mereka. Tangan terangkat adalah postur berkat imamat yang sudah dikenal dari tradisi Yahudi.
Di mana
Betania, sebelah timur Bukit Zaitun
Yesus membawa para murid ke luar kota untuk berkat terakhir
Kapan
~30 M
Kenaikan Yesus ke surga
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan penulis Injil, menulis untuk Teofilus
Kepada
Teofilus dan pembaca Injil Lukas
Orang non-Yahudi yang ingin tahu tentang Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐξήγαγεν
mengajak keluar · led out
Membawa ke luar — Yesus yang berinisiatif memimpin, bukan para murid yang memilih lokasi
ἐπάρας τὰς χεῖρας
mengangkat tangan · lifted up his hands
Postur imamat untuk berkat — tangan terangkat sebagai tanda otoritas dan berkat
εὐλόγησεν αὐτούς
memberkati mereka · blessed them
Eulogeō — berbicara hal-hal baik atas seseorang, menyatakan berkat Allah
Yesus naik dengan postur imamat — tangan terangkat dalam berkat. Ini menegaskan identitas-Nya sebagai Imam Besar kekal yang terus memberkati umat-Nya meskipun secara fisik tidak ada.
Tahukah kamu
Berkat Harun yang terakhir
Imamat Aharon menggunakan posisi tangan terangkat untuk memberkati Israel (Bilangan 6:24-26). Yesus yang naik ke surga dengan tangan terangkat seolah mengatakan: berkat ini tidak pernah dicabut — Dia terus menjadi Imam Besar yang memberkati dari surga.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 24:50
Bilangan 6:24-26
Berkat imamat dengan tangan terangkat yang menjadi template berkat Yesus
“Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia.”
Ibrani 7:25
Yesus sebagai Imam Besar yang terus berfungsi dari surga
“Itulah sebabnya Ia juga mampu menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang datang kepada Allah melalui Dia, karena Ia hidup selamanya untuk menjadi Pengantara bagi mereka.”
Kisah Para Rasul 1:9-12
Laporan paralel kenaikan Yesus dari Kisah Para Rasul
“Setelah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 24:50
✕ Sering dikira
Betania dan Bukit Zaitun adalah tempat yang sama
✓ Yang sebenarnya
Betania adalah desa di lereng timur Bukit Zaitun — berdekatan tapi bukan tempat yang sama
✕ Sering dikira
Yesus pergi ke Betania karena itu tempat favoritnya untuk istirahat
✓ Yang sebenarnya
Lokasi dipilih sebagai titik kenaikan — tepat di lereng bukit yang menghadap Yerusalem
Renungan
Renungan Singkat Lukas 24:50
Berkat di akhir perjalanan bersama adalah tanda kasih yang tak berkesudahan. Seperti Yesus memberkati murid-murid, kita juga bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain, bahkan ketika kita harus berpisah. Belajarlah untuk mengucapkan berkat dengan tulus kepada orang-orang yang kita kasihi.
Tuhan, jadikan aku pribadi yang suka memberkati sesama, seperti Engkau memberkati murid-murid-Mu. Amin.