Berdoa dengan Tekun
Kolose 4:2-6
Hal-Hal yang Harus Dilakukan
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Doa: Kunci Pertahanan Rohani
Setelah berbicara tentang kehidupan praktis, Paulus kembali ke akar rohani. Doa bukan sekadar ritual—doa adalah aktivitas dengan tekun. Ia menekankan berjaga-jaga sambil berdoa, dan mengucap syukur. Ini adalah fondasi kehidupan Kristen yang sehat.
Di mana
Kolose
Kehidupan rohani jemaat Kolose yang diperkuat melalui doa
Kapan
~60 M
Perjalanan rohani jemaat mula-mula
Yang berbicara
Paulus
Rasul dalam penjara yang tetap berkomitmen
Kepada
Jemaat Kolose
Orang-orang Kristen yang berjuang melawan ajaran sesat
Arti tiap ayat
Penjelasan Kolose 4:2-6 Ayat per Ayat
Kolose 4:2
Paulus mengajak jemaat untuk tekun berdoa, dengan sikap waspada dan bersyukur. Doa bukan sekadar ritual, melainkan tindakan yang membutuhkan ketekunan, kewaspadaan, dan hati yang bersyukur kepada Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kolose 4:3
Paulus meminta doa agar Allah membukakan pintu bagi pemberitaan firman, sehingga ia boleh memproklamasikan rahasia Kristus, yaitu Injil, meskipun ia dipenjara. Ini menunjukkan pentingnya dukungan doa bagi pelayanan dan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kolose 4:4
Paulus meminta doa agar ia dapat menyampaikan Injil dengan jelas, sesuai dengan yang seharusnya ia katakan. Ini menunjukkan kerendahan hati Paulus dan keinginannya agar pesan Injil tersampaikan dengan efektif dan mudah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kolose 4:5
Paulus menasihati agar jemaat bersikap bijaksana terhadap orang-orang di luar iman, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk berdampak positif. Ini berarti hidup dengan cara yang menarik orang lain kepada Kristus…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kolose 4:6
Paulus mengajarkan agar perkataan kita selalu penuh kasih dan 'dibumbui dengan garam', artinya menarik, bijaksana, dan tidak membosankan. Tujuannya agar kita tahu bagaimana menjawab setiap orang dengan cara yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →