Harun diperintahkan ulurkan tongkat ke atas sungai
Keluaran 8:5
Tulah Katak, Nyamuk, dan Lalat
“Sesudah itu, TUHAN berfirman kepada Musa, “Katakan kepada Harun, ‘Ulurkanlah tanganmu dengan tongkatmu ke atas sungai-sungai, ke atas saluran-saluran air, dan ke atas kolam-kolam, lalu buatlah katak-katak bermunculan di atas tanah Mesir.’””Keluaran 8:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada Harun: Ulurkanlah tanganmu dengan tongkatmu ke atas sungai, ke atas selokan dan ke atas kolam, dan buatlah katak-katak bermunculan meliputi tanah Mesir."”Keluaran 8:5 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata kepada Musa, "Suruhlah Harun merentangkan tongkatnya ke atas sungai-sungai, saluran-saluran dan kolam-kolam supaya katak-katak bermunculan dan memenuhi tanah Mesir."”Keluaran 8:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian TUHAN berkata kepada Musa, “Sampaikan kepada Harun untuk mengulurkan tongkat yang ada di tangannya ke atas sungai-sungai, aliran air, serta kolam. Buatlah katak-katak bermunculan memenuhi seluruh negeri Mesir!””Keluaran 8:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the LORD spake unto Moses, Say unto Aaron, Stretch forth thine hand with thy rod over the streams, over the rivers, and over the ponds, and cause frogs to come up upon the land of Egypt.”Keluaran 8:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 8:5?
Tuhan memerintahkan Harun untuk mengulurkan tongkatnya ke sungai dan sumber air lainnya, sehingga katak-katak muncul meliputi Mesir. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memakai alat yang sederhana, seperti tongkat, untuk melakukan mukjizat yang dahsyat.
Latar belakang
Apa yang sedang terjadi?
Karena Firaun mengabaikan peringatan, Allah memerintahkan Harun untuk mengulurkan tongkat ke atas semua sumber air Mesir. Ini adalah momen ketika tulah berubah dari ancaman menjadi kenyataan. Harun bertindak sebagai tangan Allah yang terlihat.
Di mana
Tepi Sungai Nil, Mesir
Di tepi Sungai Nil · tindakan pemanggilan katak
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran — Tulah kedua dimulai
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel yang berbicara kepada Musa
Kepada
Musa dan Harun
Nabi dan jurubicara, ~1446 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָטָה
natah · ulurkanlah
Merentangkan atau mengulurkan — gerakan otoritatif yang dalam konteks tulah selalu berarti penghakiman akan datang
יְאֹר
ye'or · saluran
Sungai Nil atau cabang-cabangnya — kata khas Mesir yang diserap ke dalam Ibrani, menunjukkan semua sistem sungai Mesir
אֲגַמִּים
agamim · kolam
Kolam atau rawa — genangan air yang lebih tenang, habitat alami katak; lengkap sudah cakupan semua sumber air
Ketiga kata sumber air (sungai, saluran, kolam) mencakup seluruh sistem perairan Mesir. Tongkat Harun bukan sekadar tongkat — ia adalah alat penghakiman Allah yang menjangkau setiap tetes air di Mesir.
Tahukah kamu
Sungai, saluran, dan kolam Mesir
Mesir kuno dikenal dengan sistem irigasi yang luar biasa — bukan hanya Sungai Nil, tapi ratusan saluran air dan kolam buatan. Penyebutan ketiganya (sungai, saluran, kolam) berarti seluruh sistem air Mesir terdampak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 8:5
Keluaran 7:19
pola tongkat yang sama
“Ulurkanlah tanganmu dengan tongkatmu ke atas perairan Mesir, ke atas sungai-sungai, ke atas saluran-saluran air, ke atas kolam-kolam...”
Keluaran 4:17
tongkat sebagai alat tanda
“Kamu juga harus membawa tongkat ini di tanganmu, yang dengan itu kamu akan membuat tanda-tanda.”
Mazmur 105:30
tulah katak
“Tanah mereka penuh dengan katak, bahkan sampai ke bilik tidur raja-raja mereka.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 8:5
✕ Sering dikira
Musa yang mengulurkan tongkat dalam tulah katak ini
✓ Yang sebenarnya
Dalam tulah ini, Harun yang diperintahkan mengulurkan tongkatnya — peran Harun berbeda di setiap tulah
✕ Sering dikira
Tulah katak hanya menyerang Sungai Nil saja
✓ Yang sebenarnya
Perintah mencakup 'sungai-sungai, saluran-saluran air, dan kolam-kolam' — semua sumber air Mesir tanpa terkecuali
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 8:5
Tuhan dapat menggunakan apa pun yang kita miliki, sekecil apa pun, untuk menjadi saluran kuasa-Nya. Jangan meremehkan hal-hal sederhana yang kita punya; serahkan untuk kemuliaan-Nya.
Bapa, ambil apa yang ada padaku—meski tampak biasa—dan pakailah untuk karya-Mu yang ajaib. Amin.