Para ahli dipanggil membangun Kemah Suci
Keluaran 36:1
Membangun Rumah Allah
““Bezaleel, Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN dengan keahlian dan pengertian untuk mengetahui bagaimana mengerjakan segala pekerjaan tempat kudus harus bekerja berdasarkan segala sesuatu yang telah diperintahkan Allah.””Keluaran 36:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan Keluaran 36.2–6 188 tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN."”Keluaran 36:1 · TB
Terjemahan Baru
“Bezaleel, Aholiab, dan semua pengrajin yang mendapat kecakapan dan keahlian dari TUHAN, tahu cara melakukan segala yang diperlukan untuk membuat Kemah TUHAN. Mereka harus membuat segalanya seperti yang sudah diperintahkan TUHAN."”Keluaran 36:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kata Musa, “TUHAN sudah memberikan kemampuan dan kebijaksanaan kepada Bezalel, Aholiab, dan para perajin ahli lainnya, untuk melakukan semua pekerjaan dalam pembuatan kemah TUHAN dan perlengkapannya. Mereka harus mengerjakannya sesuai dengan yang sudah TUHAN perintahkan.””Keluaran 36:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then wrought Bezaleel and Aholiab, and every wise hearted man, in whom the LORD put wisdom and understanding to know how to work all manner of work for the service of the sanctuary, according to all that the LORD had commanded.”Keluaran 36:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 36:1?
Ayat ini menegaskan bahwa keahlian untuk membangun Kemah Suci adalah karunia dari Tuhan. Bezaleel, Aholiab, dan semua orang yang ahli dipanggil untuk bekerja sesuai dengan perintah Allah, menunjukkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan untuk Tuhan harus sesuai dengan petunjuk-Nya, bukan kehendak sendiri.
Latar belakang
Para pengrajin siap bekerja
Allah sudah menyampaikan desain Kemah Suci kepada Musa. Sekarang saatnya eksekusi. Bezaleel, Aholiab, dan para pengrajin yang dipilih Allah secara khusus dipanggil untuk mulai membangun. Keahlian mereka bukan sembarangan — Allah sendiri yang menanamkannya.
Di mana
Padang Sinai
Di kaki Gunung Sinai · suasana perkemahan besar
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa (narasi)
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָכָם
hakham · ahli
Orang yang bijaksana atau terampil — dalam konteks ini berarti pengrajin yang mahir
חָכְמָה
hokhmah · keahlian
Hikmat atau keahlian yang diberikan Allah, bukan sekadar bakat bawaan
נָתַן
natan · dikaruniai
Diberikan atau dianugerahkan — menegaskan bahwa talenta mereka adalah pemberian Allah
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa keahlian para pengrajin bukan hasil latihan semata, melainkan karunia Allah yang disertai hikmat untuk mengerjakannya.
Tahukah kamu
Keahlian yang dikaruniakan Allah
Kata Ibrani untuk 'keahlian' di sini adalah חָכְמָה (hokhmah) yang biasanya diterjemahkan 'hikmat' — menunjukkan bahwa keahlian teknis pun dipandang sebagai hikmat ilahi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 36:1
Keluaran 31:3
karunia keahlian
“Aku memenuhinya dengan Roh Allah, dengan hikmat, pengertian, dan pengetahuan dalam segala macam pekerjaan.”
Keluaran 35:31
Roh Allah
“Dia memenuhinya dengan Roh Allah, dengan hikmat, dan dengan pengertian, dan dengan pengetahuan.”
1 Raja-raja 7:14
keahlian ilahi
“Ia penuh hikmat, pengertian, dan keahlian untuk membuat semua pekerjaan tembaga.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 36:1
✕ Sering dikira
Siapa saja boleh ikut membangun asal mau
✓ Yang sebenarnya
Hanya orang yang dikaruniai keahlian oleh Allah yang dipanggil — bukan soal niat saja
✕ Sering dikira
Bezaleel dan Aholiab bekerja sendirian
✓ Yang sebenarnya
Ada banyak pengrajin ahli lain yang bekerja bersama mereka
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 36:1
Sebelum memulai pekerjaan, terutama pelayanan, tanyakan pada diri sendiri apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan andalkan kemampuan sendiri, melainkan minta hikmat dari-Nya agar kita dapat bekerja dengan cara yang benar.
Tuhan, terima kasih untuk setiap keahlian yang Engkau berikan. Pimpinlah aku untuk menggunakannya sesuai dengan perintah-Mu, agar semua pekerjaanku memuliakan-Mu. Amin.