Berusaha Melupakan Derita

Ayub 9:27

Ayub Merindukan Mediator

PerikopTidak Seorang pun Dapat Bertahan di Hadapan Allah · Ayub 9:1-35 →
“Jika aku berkata, ‘Aku akan melupakan keluhanku; aku akan melepaskan wajah sedihku, dan bergembira,’”

Ayub 9:27 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 9:27?

Ayub berandai-andai melupakan keluhannya dan mencoba bergembira, tetapi dia tahu itu sia-sia. Dia mengakui bahwa penderitaannya begitu dalam sehingga sulit untuk sekadar berpura-pura bahagia atau melepas kesedihannya.

Latar belakang

Keinginan untuk Sembuh

Ayub berkata pada dirinya sendiri, 'Aku akan melupakan keluhanku dan bergembira,' tetapi ia ketakutan karena Allah tidak menganggapnya tidak bersalah. Ia tidak bisa berhenti mengeluh karena penderitaannya sangat berat.

Di mana

Tanah Uz

Di tempat pembuangan sampah di luar kota, duduk dalam abu

Kapan

~2000 SM

Periode Patriarkal

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan harta dan anak-anak
Ayub berdamai dengan Allah
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ayub

orang saleh yang menderita tanpa sebab

T

Kepada

Teman-teman Ayub

Elifas, Bildad, dan Zofar

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁכַח

shakach · melupakan

melupakan, mengabaikan

שִׂיחַ

siyach · keluhan

keluhan, renungan, percakapan

בָּלַג

balag · bergembira

berseri-seri, menghibur diri

Ayub mencoba 'melupakan' keluhannya, tetapi keluhan itu adalah bagian dari dialog batinnya yang tidak bisa dihilangkan, karena penderitaannya nyata.

Tahukah kamu

Keluhan dalam Bahasa Ibrani

Kata 'keluhan' (שִׂיחַ) juga berarti 'meditasi' atau 'percakapan batin' yang bisa ditujukan kepada diri sendiri atau kepada Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 9:27

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 9:27

✕  Sering dikira

Ayub berpikir positif untuk mengatasi penderitaannya.

✓  Yang sebenarnya

Ayub hanya berandai-andai melupakan keluhannya, tetapi segera menyadari bahwa itu mustahil.

✕  Sering dikira

Ayub takut dihukum karena dosanya.

✓  Yang sebenarnya

Ayub yakin Allah menganggapnya bersalah, meskipun ia tidak tahu alasannya.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 9:27

Terkadang kita dipaksa tersenyum di luar padahal hati hancur. Kita perlu jujur pada diri sendiri dan pada Tuhan tentang perasaan kita, daripada berpura-pura. Kejujuran adalah langkah awal menuju kesembuhan.

Tuhan, berikan aku keberanian untuk jujur tentang perasaanku dan bantu aku menemukan sukacita sejati dalam-Mu. Amin.